Minggu, 06 Januari 2013

MENANGKAP MAKNA DIBALIK FENOMENA


by alfarizal


MUKADIMAH

Tulisan ini sekedar mengulang kembali hasil muzakarah yg berawal dari sebuah perenungan secara individu dan disatukan secara berjamaah. Tentunnya renungan tersebut atas dasar iman dengan melihat fenomena-fenomena yang ada.  Resfon yg muncul kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan.  Tentunya tulisan ini memeliki standard dan referensi yg dapat dipertanggung jawabkan seperti Al-Quran, hadist dan Pendapat para ulama  serta ilmu pengetahuan alam yg  dijadikan sandaran.

·         CARA BERPIKIR
            Ada 3 cara berpikir sehat sehingga bisa mempengaruhi jiwa seseorang, sukur sukur bisa ia lakukan dalam bentuk perbuatan. Cara berpikir tersebut dapat memberikan supplement energi didalam tubuh kita sekaligus memotivasi iman seseorang.
  1. Berpikir tentang fenomena kejadian alam
  2. Berpikir tentang aib diri sendiri saat berzikir kepada Allah SWT diringi niat beramal soleh
  3. Berpikir tentang sejauhmana kepedulian terhadap tegaknya agama dan penyebaran agama.
Berpikir tentunnya lebih baik dituangkan kedalam bentuk perbincangan dalam majles-majelis pertemuan. Paling tidak ada 2 orang anggota disana.
            Yang Pertama Jika kita berpikir tentang fenomena dan kejadian alam, tentunya akan menggugah jiwa terhadap keberadaan dan manfaat alam itu sendiri bagi manusia. Kemudian akan menimbulkan rasa berkeyakinan yg dalam  sehingga  memunculkan kekuatan tauhid dan berakhir dengan kata “bahwa tiada sia-sia Allah menciptakan ini semua dan maha sempurna ciptaan Allah, ini semua karena kekuasaan Allah swt.”
            Yang Kedua Jika kita berpikir tentang aib diri sendiri sudah pasti kita sedikit memiliki waktu untuk menilai-nilai dan membicarakan aib orang lain, mungkin tidak sempat, kalaupun ada, barangkali tidak terlalu tertarik.
            Yang  Ketiga, Jika kita berpikir tentang kepedulian terhadap tegaknya nilai –nilai agama (Kebenaran), kita teringat bagaimana fungsi keberadaan kita hidup didunia ini. Barangkali bagi orang yg beriman nilainya tidak sama dengan orang yg tidak beriman. Ia memiliki kesadaran tanggung jawab moral terhadap tegak nya siar-siar nilai kebenaran diatas bumi. Ini adalah amanah yg harus dipikul untuk melanjutkan risalah penyebaran agama. Bisa saja Allah bekerja sendiri untuk memahamkan dan menyebarkan agama ini kepada manusia dengan sekelip mata membuat orang semuannya beriman , tetapi apa guna orang-orang yg telah dipilih untuk melanjutkan tugas penyebaran nilai-nilai kebenaran ini. Tentulah inilah nilai yg tertinggi, apalagi sampai mereka mati syahid.

·         FUNGSI HIDUP
Setiap mahluk, baik yang hidup maupun yang mati memiliki fungsi masing-masing. Ia diciptakan oleh Allah sesuai dengan fungsinya. Hidup bukan hanya sekedar hidup, tapi memiliki fungsi atau peran, fungsi itu berorientasi kepada sesama manusia , hewan, tumbuhan dan benda mati sekalipun.  Bagi manusia tergantung statusnya, seorang bapak fungsinya sebagai pemimpin keluarganya,seorang guru pemimpin anak muridnya paling tidak manusia itu berfungsi untuk dirinya sendiri. Namun fungsi yg ideal dan mulia dipandangan Allah SWT  ialah ketika manusia mampu mengemban nilai-nilai dakwah dan menyebarkannya baik dengan bentuk lisan, ucapan maupun perbuatan. Dari  uraian singkat diatas dapatlah diambil kesimpulan 2 fungsi  manusia hidup yaitu sebagai mahluk manusia umumnya (Fitrah) dan sebagai penegak nilai nilai kebenaran (Dakwah). Kedua fungsi ini harus berkaitan dan tiak bisa dipisah-pisah kan satu sama lain, apalagi bagi menusia yang mengaku sebagai seorang mukmin.

·         AIR MATA
Jatuhnya air mata seseorang pasti ada sebabnya, banyak hal yg melatarbelakangi air mata itu bisa keluar dari sumbernya. Tentunya ini karena resopon dari ekternal maupun internal. Faktor ekternal ( Objek langsung) biasanya air mata itu jatuh karena kesedihan, kegembiraan, haru, tertawa semuanya itu hasil tangkapan indra-indra dari kejadian diluar lingkungan tubuh manusia. Air mata yang jatuh karena itu bersifat temporer, semuannya akan berlalu ditelan waktu. Selain itu ada air mata yang jatuh berasal dari internal (Objek tak Langusung).tubuh manusia yg dilatarbelakngangi rasa ketuhanan karena merasakan kebesaran dan kekaguman serta ketakutan kepada Sang Pencipta Alam. Air mata seperti ini tentu memberikan motivasi kekuatan iman seeorang hamba. Hatinya lebih peka dan terus menerus tunduk kepada peraturan tuhannya jika ia istiqomah menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larang-Nya.

·               MEREKA YANG TIDAK MENDAPAT PETUNJUK


إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS: 68:07)
Orang yang  percaya kepada Tuhannya akan berharap mendapat petunjuk  Hal ini adalah wajar dalam berkeyakinan. Petunjuk yg diharapkan itutentunya berasal dari yg menciptakan manusia itu sendiri. Islam memberitahukan hal ini didalam AlQuran pada surat Al- Qalam yag dimulai dari ayat 7.  Minimal pada ayat ini memberikan ciri-ciri atau karakter manusia yang tidak mendapat petunujuk.
  1. Orang-orang yang mendustakan Al-Quarn
  2. Orang orang yang banyak bersumpah
  3. Orang-orang yang banyak mencela
  4. Orang-orang yang banyak menghaburkan fitnah kesana kemari
  5. Orang yang enggan berbuat baik
  6. Orang-orang yang bersikap kasar dan kaku karena memiliki banyak harta dan anak.
Diawal surat Al-Baqarah secara sederhana Allah juga menginformasikan mereka yang akan  mendapat petunjuk ialah 




  • HIDUP  IDEAL
Banyak konsep teori  ilmu yang menawarkan kepada manusia untuk memberikan gambaran hidup yang ideal, hidup yang memberikan kepuasan dan kesenangan serta ketenangan kepada manusia. Pada umumnya ukuran dan barometernya adalah apabila sarana hidup terpenuhi dan melebihi dari kebutuhan sehingga hidup yg ideal telah didapat. Diantara sarana itu ialah Harta, Status sosial, Wanita, Anak dan Keturunan. Apakah benar dengan sarana seperti itu hidup sudah ideal ?. Manusia lupa dengan bencana ancaman yg akan menimpa atau cobaan boleh jadi juga ujian sehingga menyebabkan kehilangan semua itu.  Apabila ini datang maka kegoncangan akan menerpa jiwa hidup manusia. Banyak yg stres, menyesal dan menangis, bahkan mungkin ada yang bunuh diri.  Seharusnya untuk mencapai hidup yang ideal, manusia harus mampu menghidupkan kesadaran kecerdasan potensi yg ada pada manusia itu sendiri. Potensi kecerdasan itu telah dianugrahan oleh Allah SWT kepada manusia, karena Dia menciptakan dan menguasai segala apa saja yang berada dilangit dan bumi. Kecerdasan itu ialah Emosional, Intelektual dan Spiritual. Ke tiga Potensi ini harus dioptimalkan sebagai modal dasar untuk mengarungi roda kehidupan.   .............

  • DERAJAT MANUSIA
Sering kali Manusia mudah menilai sesuatu karena wujud dan keberadaan suatu benda atau materi. Penilaian itu sangat mudah dilontarkan dan disebarbakan sehingga mempengaruhi persepsi seseorang bahkan sampai ketaraf mengultuskan. Disalah satu sebuah perkampung ada seorang yang kaya raya berlimpahan materi dan memiliki banyak anak. Orang orang sekelilingnya sangat segan dan takut serta sangat berharap banyak dari pertolongan harta yang ada padanya. Seperti biasanya dikalangan umum orang kaya tersebut mendapat kedudukan yang tinggi dimata masyarakat sekelilingnya.  Ia menjadi penutan bahkan .........
  • RELATIVITAS
Jika menilai sesuatu dari sudut pandang yang berbeda akan ada perbedaan itulah yang dinamakan dengan relativitas.  Kebahagiaan persi orang kaya berbeda dengan orang yang miskin. Kebahagiaan orang berpacaran berbeda dengan orang telah berkeluarga. Munculnya teori relativitas yang terkenal dari Enstein adalah melihat perbedaan waktu dari sudut padang tempat yang berbeda........
  • TAUHID KEBERADAAN ALAM
Menurut kesimpulan sementara para ilmuan, Alam semesta ini mengandung 4 unsur yaitu Ruang, Massa, Materi dan Energi. Semua yang ada dalam alam ini tidak terlepas dari 4 unsur tersebut, baik itu benda hidup maupun benda mati ataupun yang tak nampak  oleh mata kasat. Mungkinkah ada sesuatu yang lain dari keempat unsur tersbut ?. Islam menginformasikan  kepada manusia melalui proses pengajaran tauhid bahwa Allah sendiri  sulit terdeteksi bahkan sampai saat ini tidak ada satu konsep ilmu pun yang mampu menemukan komponen empiris tentang keberadaan Allah itu sendiri.
Keyakinan seorang muslim melalui ayat-ayat Al-quran dan Hadist sudah cukup memadai memaklumi ini, bahkan memberikan rasa kepuasan dan kenikmatan dalam beribadah. Dalam 2 sumber tersebut intinya bahwa Allah itu ada tetapi tidak diketahui wujud dan keberadaannya, seorang muslim hanya dapat mengetahui dari hasil penciptaannya yang sangat mengagumkan.

KESABARAN
Tidak mudah menjiwai sabar, bukan hanya sekedar teori kemudian diucapkan dengan lisan serampangan. Perlu dilihat orientasi dan sandarannya kemanana ?. Kemudian sumber datangnya dari mana ?.  Barangkali sabar yang paling tinggi ialah sabar ketika kita mematuhi segala perintah dan menjauhi segala larangan, ini ungkapan para ulama besar………………….

PEMILU YANG GAGAL
Jika suara hati nurani telah diboncengi dengan kepentingan dan imbalan, maka pancaran kekuatannya akan hilang. Pilihan hati cendrung akan salah walaupun akal secara logika membenarkan. …….

APA YANG KITA TUNGGU
Gemerlap kehidupan didunia  ini bukanlah suatu yang dapat menenangkan diri kita, kalaupun ia itu terjadi sifatnya hanya sebentar saja. Lalu apa yang kita harapkan..??, sebenarnya kita menunggu suatu peralihan tempat. Sebaiknya kita harus mepersiapkan proses peralihan itu. Lalu kemana kita akan pergi ? Bagi yang muslim tentu mesti tahu jawabannya. Namun itu semua tdak cukup hanya sebatas tahu, tetapi harus dilakukan dgn perbuatan dan dgn niat iklas sehingga memperoleh energi. Melalui perbuatan amal yang baik dan beribadah sesuai syariat akan menghantarkan kita kemana kita setelah hidup ini. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar